Advertise with us

English version: https://indonesia.tripcanvas.co/bandung/nature-attractions-around-bandung

Ditulis oleh Shasya Pashatama, Imron Ramadhan
Cerita oleh Cisca Lim, Imron Ramadhan
Disunting oleh Imron Ramadhan

Sejak masa kolonial, Bandung sudah jadi tempat pelesir favorit sehingga kerap dijuluki sebagai Paris van Java alias Paris-nya Jawa.

Dengan desain arsitektural yang kental dengan gaya Eropa, serta industri fashion yang berkembang pesat, Bandung seolah memiliki karakter unik yang membedakannya dengan Jakarta, walaupun kedua kota ini lokasinya tak terlalu  jauh.

Dengan jarak tempuh yang hanya 2 jam saja dari Jakarta, Bandung kemudian menjadi tempat liburan singkat favorit bagi banyak warga ibukota.

Baca juga:

32 tempat wisata istimewa di Bandung untuk liburan luar biasa

13 hotel unik di Bandung untuk liburan yang luar biasa

11 hotel tengah hutan di Bandung yang cocok untuk kabur dari bisingnya kota

Tidak hanya indah sebagai kota yang memadukan gaya vintage dengan sentuhan art deco, Bandung dan sekitarnya juga terkenal akan pesona alam yang indah dan tak mudah dilupakan.

Saat Anda mulai jenuh dengan hiruk-pikuk ibukota, datanglah ke Bandung dan sekitarnya untuk menikmati keindahan alam di sana.

Atau mungkin Anda malas membayangkan berkunjung ke tempat-tempat yang selalu dipadati turis di Bandung? Mungkin beberapa atraksi alam di bawah ini akan mengubah cara Anda menikmati liburan di Bandung  dan sekitarnya.

Dari Lembang, Garut, Pangalengan sampai Cipatat, inilah 18 tempat wisata alam di sekitar Bandung di mana Anda bisa bersantai sejenak untuk meredakan stres.

1. Grand Canyon mini di Garut: Leuwi Jurig

Dalam Bahasa Sunda, ‘Leuwi Jurig’ berarti ‘Kolam Setan’. Konon, mandi di sini bisa membebaskan Anda dari jeratan semua ilmu hitam. Namun jangan sampai nama yang menyeramkan serta latar belakang mistis tersebut membuat Anda enggan berkunjung ke sini, karena Leuwi Jurig menyuguhkan keindahan yang tak kalah dengan Grand Canyon di Amerika.

2-1-leuwi-jurig-via-hartasderis

Photo via hartasderis

Pemandangan air sungai jernih yang diapit dinding bebatuan raksasa siap membius Anda dengan keindahannya.

Perpaduan antara warna air yang memancarkan semburat rona kehijauan laksana zamrud, tampak kontras dengan warna kelabu dari dinding batu seolah membuat Leuwi Jurig tampak seperti sungai-sungai yang ada di belahan bumi lain.

2-2-Leuwi-Jurig-by-garut_turunankidul,-dodolpocnic

Photos via garut_turunankidul, dodolpocnic

Dan asyiknya, meski akses untuk menuju ke sungai ini termasuk mudah, rupanya masih belum banyak orang yang tahu akan keberadaannya. Sehingga Anda bisa bebas berenang atau berfoto dengan background memikat ini tanpa banyak gangguan.

Leuwi Jurig

Lokasi: Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut
Cara ke Sana: Dari arah Bungbulang, Leuwi Jurig berada tak jauh dari Sasak Rumpit/Jembata Rumpit, jembatan pertama yang akan Anda lewati setelah PLTMH Cirompang Bungbulang. Tepatnya, melalui gapura sebelum jembatan.

Dapatkan ide liburan seperti ini di halaman Facebook kami:

2. Bergelantungan bak Spiderman: Tebing Gunung Hawu

Gunung ini mempunya daya tarik sendiri dibanding gunung-gunung lain. Di sinilah mimpi Anda menjadi superhero bisa terwujud. Dan di sini pula Anda akan ‘bergelantungan’ dengan cara yang berbeda!

Photo by alfiansprasetyo

Untuk para penggemar sunrise, Tebing Gunung Hawu siap memanjakan Anda dengan pemandangan indah dari saat matahari terbit menjelang pagi. Anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan keren ini sambil tiduran di hammock yang digantung di antara dua tebing. Sudahkah adrenalin Anda menari-nari mendengarnya?

Photo via kusdinardani

Aktivitas hammock ini dipopulerkan oleh beberapa warga setempat untuk menarik minat para pengunjung , sekaligus untuk melindungi Gunung Hawu dari jamahan para penambang batu kapur.

Photo via dian lisnawaty hmy

Gunung ini juga memiliki sebuah lubang besar yang bisa Anda lihat di tengahnya. Inilah mengapa gunung ini diberi nama “Hawu” yang berarti “tungku (untuk memasak)” dalam bahasa Sunda.

Photo via harivalzayuka

Mumpung sedang di sana, rasanya sayang jika melewatkan kesempatan mengambil foto di lokasi unik ini, bukan? Kalau Anda beruntung, Anda mungkin bisa menangkap momen saat sinar matahari menyelinap lewat lubang besar tadi dan menciptakan sebuah pemandangan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Photo via dhonny putra

Tebing Gunung Hawu

Cara ke Sana: Tebing Gunung Hawu berlokasi di belakang Tebing Citatah, gunung batu kapur Singgalang. Diperlukan waktu 30 menit untuk trekking ke sini. Namun bisa juga diakses dengan kendaraan beroda empat. Koordinat di sini


3. Surga tersembunyi tempat mandi para bidadari: Sanghyang Heuleut, Cipatat.

Berlokasi di kawasan Cipatat, sebelah Barat Bandung, Sanghyang Heulang merupakan sebuah kolam/laguna kecil yang dikeliling oleh tebing-tebing putih, hutan yang rimbun dan juga air terjun yang menjadi sumber airnya.

Photo via rijaljauhari

Air di sana mengalir langsung ke arah Sungai Citarum yang juga jadi bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Dari penelusuran geografis yang telah dilakukan, Sanghyang Heuleut dipandang sebagai kolam yang sudah ada sejak jaman prasejarah.

Photo via dindinbrave

Menurut legenda, konon kolam yang tersembunyi ini adalah tempat mandinya para bidadari dari kayangan.

Photo via ari andrian

Makanya tak heran kalau tempat ini dinamai “Sanghyang” yang artinya “suci” dan “heuleut” yang berarti “selang antara 2 waktu/dunia” untuk menggambarkan betapa sucinya tempat pemandian para makhluk dari alam lain tersebut.

Photo via d kiw

Sanghyang Heuleut mengeluarkan aura tak terbantahkan sebagai bukti bahwa tempat ini memang tempat yang mistis dengan keindahan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Keindahan yang harus Anda saksikan sendiri dengan mata kepala.

Sanghyang Heuleut, Cipatat.

Cara ke Sana: Cara termudah adalah dengan menggunakan ancer-ancer PLTA Saguling. Sanghyang Heuleut terletak hanya 5km dari sana. Ada pipa utama berukuran besar yang dapat menjadi patokan bagi Anda untuk mulai berjalan. Pergilah ke arah hutan, berlawanan arah aliran sungai, sekitar 1 km. Anda kemudian akan melewati Gua Sanghyang Poek. Dari situ, Anda hanya perlu menempuh 2km lagi untuk tiba di Sanghyang Heuleut. Koordinat di sini

Saat ini tak ada biaya masuk yang dikenakan untuk pengunjung, namun Anda perlu membayar parkir sekitar Rp8000,-.

4. Gunung batu yang dramatis: Gunung Batu, Lembang

Berlokasi di dataran tinggi Bandung menjadikan Lembang sebagai tujuan sempurna bagi para penyuka wisata gunung. Bila Anda tertarik untuk menguji adrenalin, maka Gunung Batu adalah pilihan yang tepat.

Photo via dheajp04

Sesuai dengan namanya, struktur Gunung Batu didominasi banyak batu-batu besar dari permukaan sampai ke puncaknya.

Photo via tyuniar93

Sebagai salah satu gunung tertinggi di Lembang, dari sini akan tampak jelas pemandangan gunung-gunung lain, seperti Tangkuban Perahu, Gunung Putri, Bukit Tunggul dan Palasari.

Photo via ariefsyuariady, christian.ceem

Hal ini sekaligus menjadi kelebihan dari Gunung Batu. Tak hanya itu saja, gunung ini juga menjadi lokasi kemping terbaik untuk menyaksikan sunsrise.

Photo via mocryans

Gunung Batu, Lembang

Cara ke Sana: Pergilah ke Pasar Lembang menggunakan bis atau angkutan umum. Dari situ jaraknya hanya sejauh 3km saja (Gunung Batu bahkan sudah terlihat dari sini). Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum yang lewat tiap 15 menit sekali, ojek, atau delman. Biayanya murah kok, kurang dari Rp10.000,- per orang. Setibanya di area di mana kendaraan tak dapat lagi masuk, Anda tinggal mendaki selama kira-kira 20 menit untuk mencapai puncak. Koordinat di sini

5. Menelusuri “Si Duo Maut”: Gua Sanghyang Tikoro & Sanghyang Poek, Cipatat.

Selain Sanghyang Heuleut, Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek adalah bagian yang juga menarik di kawasan Cipatat atau PLTA Saguling.

Photo by explorekeindahan 6

Kedua gua ini berlokasi di satu area yang sama di mana terdapat aliran air jernih dan pemandangan sekitar yang sangat indah.

Sanghyang Tikoro, yang berarti ‘rongga suci’, adalah sebuah gua dengan sungai yang mengalir di dasarnya.

Photo by radin mangata 3

Tempat ini dipercaya terbentuk dari lava yang membeku saat terjadi letusan gunung berapi dan membentuk gua berstalaktit.

Sedangkan Sanghyang Poek berjarak 15 menit dari Tikoro dan lebih populer di kalangan pengunjung. Tempat ini berbeda dari yang lain karena memiliki lansekap miring/diagonal.

Photo via ditoapriliansyah

Sesuai namanya (‘poek’ dalam bahasa Sunda berarti ‘gelap’), begitu masuk ke dalam gua ini Anda akan langsung diselimuti oleh keadaan gelap gulita hingga mencapai ujungnya.

Kalau Anda suka tantangan, maka kedua gua ini tak boleh dilewatkan!

Gua Sanghyang Tikoro & Sanghyang Poek, Cipatat

Cara ke Sana: Dari Kota Bandung, arahkan kendaraan menuju Padalarang hingga kawasan Rajamandala. Teruskan perjalanan hingga menemukan pintu gerbang PLTA Saguling. Di sekitar PLTA ada 2 tempat parkir yang dikelola penduduk. Dari situ lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Koordinat di sini

6. Petualangan seru di tengah alam: The Lodge Maribaya, Bandung

Selalu ada kepuasan tersendiri jika bertualang di alam terbuka. Begitu pula jika menghabiskan waktu di bumi berkemahan yang terletak di dataran tinggi ini.

Photo via yohannathalia

The Lodge Maribaya bukanlah tempat kemping biasa, karena di sini dilengkapi dengan berbagai fasilitas berkemah dan aktivitas trekking.

Photo via abee0110

Tempat ini sengaja dibuat untuk menambah pengalaman Anda dalam bertualang di alam terbuka.

Photo via tiejuntak

The Lodge Maribaya dikelilingi oleh hutan pinus, Air Terjun Maribaya dan pemandangan pegunungan yang sangat memesona.

Di tempat yang sejuk dan menyegarkan ini, apapun yang Anda harapkan dari sebuah tempat wisata alam dapat terpenuhi.

Photo via aliluthfii

Tidak hanya sekadar tempat bersantai, di The Lodge Maribaya juga tersedia fasilitas menginap, tempat makan, dan juga lokasi asyik untuk mengadakan pesta. Kata siapa Anda tak bisa menikmati alam sambil bersenang-senang?

The Lodge Maribaya, Bandung

Lokasi: Jl. Maribaya Timur Km 6, Kampung Kosambi, Cibodas, Lembang, Bandung Barat.
Koordinat di sini.
Telepon: 022-253 6110, 08112253299, 085624611118 (jam kerja)
Email: [email protected]

Website

7. Indahnya air terjun bersusun yang tersembunyi: Curug Jagapati

Kalau liburan kali ini Anda punya waktu luang lebih, tak ada salahnya untuk sekalian mampir ke Garut, sebuah tempat yang kaya akan daya tarik wisata alam berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat Kota Bandung.

1-1-Jagapati-by-henriharyadi5

Photo via henriharyadi5

Di kawasan Garut Selatan, terdapat beberapa curug atau air terjun memesona yang masih jarang terjamah pengunjung, salah satunya adalah Curug Jagapati.

1-2-Jagapati-by-prakosoumam

Photo via prakosoumam

Lokasinya yang cukup tersembunyi membuat suasana di air terjun bertingkat ini begitu hening, sejuk dan tentunya indah menawan. Hanya suara deru air dan hembusan angin saja yang akan menemani Anda.

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan untuk menuju ke sini pun akan langsung sirna begitu melihat keindahan air terjun yang mengalir di antara bebatuan, serta kolam jernih yang begitu mengundang dengan airnya yang segar. Sayang kan kalau sudah jauh-jauh ke sini tidak sekalian berenang?

1-3-Jagapati-by-kortana.a

Photo via kortana.a

Curug Jagapati

Lokasi: Kampung Padarame, Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut Selatan
Cara ke Sana: Dari rumah warga, curug ini masih harus dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Untuk menuju rumah warga terakhir dari jalan raya, medannya berupa tanah dan bebatuan, sehingga akan lebih baik jika Anda menggunakan motor atau mobil 4WD. Koordinat di sini.

8. Bebatuan Karang di Puncak Gunung: Goa Pawon dan Stone Garden, Padalarang

Setelah kurang lebih 20 menit mendaki Gunung Pasigit, Anda akan tiba di mulut Goa Pawon, sebuah situs bersejarah tempat ditemukannya bermacam peninggalan kehidupan prasejarah (yang kini dipamerkan di Museum Geologi Bandung).

Photo via kepinhelmy

goa-pawon-via-ds_djourney

Photo via ds_djourney

Jika Anda lanjutkan perjalanan beberapa langkah lagi ke arah puncak gunung, maka Anda akan menemukan Stone Garden (Taman Batu), sebuah cagar geowisata bertabur batu karang seperti yang biasa terdapat di pesisir pantai.

Photo via Gito Liem

Para ilmuwan meyakini bahwa pada jutaan tahun kawasan antara Padalarang dan Nagreg merupakan sebuah danau purbakala, yang artinya Kota Bandung saat ini dulunya terletak sedalam ratusan meter di bawah permukaan air. Menurut teori, beberapa gempa vulkanik besar menyebabkan air danau raksasa tersebut surut sehingga terciptalah sebuah lembah.

Di sini Anda bisa melihat langsung bukti ilmiah berupa cangkang-cangkang kerang dari jaman purbakala yang menempel di batu karang. Aneh tapi nyata!

Stone-garden-via-mocryans

Photo via mocryans

Berhubung obyek wisata ini termasuk baru dan belum banyak dikunjungi wisatawan, pastikan Anda membawa sendiri bekal air minum karena sulit untuk menemukan warung di sekitarnya (setidaknya hingga saat ini).

Goa Pawon dan Stone Garden, Padalarang

Lokasi: Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.
Tiket Masuk: Rp5.000,-

9. Indahnya Aliran Air di Sela-Sela Bebatuan: Curug Batu Templek, Bandung

Anda mungkin akan kesulitan mencari tahu cara menuju Curug Batu Templek jika bertanya pada warga Kota Bandung.

Photo Via: ricki_ip

Meskipun curug ini tidak sulit untuk dicapai, namun lokasinya yang berada di kawasan penambangan batu alam menjadikan nama Curug Batu Templek masih asing di telinga.

Sebagai fenomena geologi yang langka, Curug Batu Templek sebetulnya merupakan retakan kecil dari lempeng bumi, yang terbentuk akibat pergerakan tektonis. Sehingga menyebabkan keluarnya air dari sela-sela bebatuan.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi curug ini adalah pada musim hujan (biasanya antara bulan September dan Maret) ketika aliran air cukup deras dan berwarna kecoklatan, sehingga menampilkan keunikan tersendiri.

Photo Via: chanderaaa

Karena jalan menuju Curug Batu Templek berupa jalan setapak yang tidak terlalu besar, cara terbaik untuk mengunjunginya adalah dengan kendaraan roda dua. Setelah melewati para pengrajin batu alam di Pasar Impun, Anda masih harus melalui beberapa tanjakan.

Begitu tiba di atas bukit, panorama Bandung Timur yang spektakuler bisa Anda lihat. Jangan kaget kalau Anda jadi satu-satunya pengunjung di sini!

Sementara itu sayup-sayup di kejauhan terdengar suara percikan air yang menandakan bahwa lokasi curug tersebut sudah dekat.

Curug Batu Templek, Pasir Impun, Cimenyan, Bandung 40191

Cara ke Sana: Anda bisa mengambil arah dari keluar Tol Pasteur – Pasupati – Jalan Suci – Terminal Cicaheum dan dari arah Lapas Sukamiskin, Arcamanik, lalu masuk ke Jalan Pasir Impun (depan pangkalan ojek) seberang Lapas. Dari Jalan Pasir Impun, terus mengikuti jalan sampai ke atas (kira-kira 3 km) melewati Jalan Terusan Pasir Impun. Kemudian melewati Jalan Cisanggarung. Destinasi tujuan Anda berada di sisi kiri jalan. Koordinat di sini.

10. Keindahan alam yang memadukan masa lalu & masa kini: Gunung Putri, Lembang

Agak sulit dipercaya bahwa ada tempat seindah ini yang tak jauh dari keramaian Kota Bandung.

Photo via irfangiri

Lembang adalah area yang terkenal sebagai destinasi wisata yang bisa dicapai hanya dengan beberapa jam berkendara dari pusat kota Bandung. Umumnya tempat ini disukai karena udaranya yang segar, atau untuk mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu yang ikonis.

Walau tidak sepopuler Gunung Tangkuban Perahu, belakangan ini Gunung Putri mulai dilirik oleh para traveler karena keunikannya.

Photo via emmaltfh

Tidak seperti di gunung-gunung lainnya, di sini Anda akan menemukan puing-puing benteng peninggalan Belanda berdiri di salah satu bukit.

Didirikan pada era Perang Dunia I, bangunan putih yang misterius ini masih berdiri kokoh walaupun kelihatannya tidak terawat dengan baik.

Dengan mendaki sedikit lagi, Anda akan tiba di puncak gunung yang menawarkan pemandangan indah dari hutan pinus dan panorama kota yang diselimuti oleh kabut.

Photo via kusdinardani

Dongakkan kepala dan hirup udaranya yang menyegarkan. Dari ketinggian ini, langit tampak lebih indah dan mengesankan.

Gunung Putri, Lembang

Cara ke Sana: Pergilah ke Jalan Jayagiri untuk menemukan pintu masuk utama di mana Anda akan dikenai biaya masuk sebesar Rp5000,-. Ambillah jalan sebelah kanan begitu Anda memasuki kawasan hutan. Jalan terus sampai menemukan pertigaan kedua, ambil kanan sampai menemukan jalan tanah (bukan jalan berbatu). Ikuti terus jalan tersebut hingga ke arah hutan pinus di mana Anda akan dihadapkan pada 2 pilihan: ke kanan untuk menuju  benteng Belanda dan ke kiri untuk mendaki Gunung Putri. Koordinat di sini

11. Pesona alam yang menghipnotis: Terasering Panyaweuyan Argapura, Majalengka

Berbatasan dengan Indramayu dan Cirebon, Majalengka merupakan kabupaten di Jawa Barat yang keindahan alamnya tak tertandingi.

Photo via Felgra Photography

Dengan jarak sekitar 4 jam berkendara dari Bandung, Anda akan menemukan Argapura, sebuah desa cantik di Majalengka yang terkenal akan pemandangan sawah hijau bertingkatnya (terasering).

Bisa dibilang, keindahan sawah-sawah terasering di Panyaweuyan Argapura ini tak kalah deh dengan yang ada di Bali.

Photo via daniarnovendas, titaniumcyan

Sebagai salah satu daya tarik yang tersembunyi, Panyaweuyan Argapura adalah tempat ideal untuk menikmati pemandangan nan menyejukkan mata dari puncak Bukit Sunda British.

Photo by adryanans 4

Dari sini Anda bisa menyaksikan indahnya langit biru dengan awan yang berarak cantik juga siluet dari perbukitan di sekitarnya sambil diselimuti udara yang super sejuk.

Kalau orang bilang alam adalah obat yang terbaik, maka Panyaweuyan Argapura adalah terapi pengobatan terbaik yang pastinya bakal disukai oleh semua orang.

PS: Waktu terbaik mengunjungi Panyaweuyan adalah saat musim hujan, karena kondisi alamnya lebih subur dan hijau.

Terasering Panyaweuyan Argapura

Lokasi: Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka
Cara ke Sana: Dari pusat Majalengka, Anda bisa mencari Terminal Maja setelah itu mengikuti jalan yang mengarah ke Argalingga sampai di pertigaan Sadasari-Sukasari lalu belok kanan. Setelah jembatan Cilongkrang belok kiri, atau bisa bertanya arah menuju Teja Permana/Cibunut atau Cibuluh. Koordinat di sini

12. Mendaki Gunung dan Mengejar Matahari Terbit: Gunung Papandayan, Garut

Bagi sebagian orang, aktivitas mendaki gunung terdengar begitu berat sekaligus menantang. Bayangkan untuk menaklukan gunung Anda harus melalui medan yang sulit dan cuaca yang terkadang ekstrem, tidur di tenda dan makan ala kadarnya.

Namun bagi para petualang sejati, Gunung Papandayan termasuk gunung yang mudah untuk didaki, karena hanya 2 jam trekking saja Anda sudah bisa mencapai area untuk berkemah.

Photo via: Untung09

Begitu tenda selesai didirikan, para pendaki dapat mengeksplorasi sekitarnya menuju Padang Bunga Edelweiss yang sungguh cantik, sekaligus spot yang tepat untuk menunggu matahari terbit.

4-edelweissmeadow1-1

Lokasi yang tak kalah memesona adalah Hutan Mati, areal hutan di mana seluruh tumbuhan dan pepohonan yang ada di dalamnya terbakar habis akibat letusan gunung, dan hanya menyisakan batang-batang kayu mati.

Photo via: Pratomo Aribowo

Gunung Papandayan

Lokasi: Gunung Papandayan, Karamatwangi, Cisurupan, Kabupaten Garut 44163
Tiket Masuk: Gratis

13. Melangkah di atas awan: Gunung Ciremai, Majalengka

Gunung Ciremai adalah gunung vulkanis yang unik karena memiliki bentuk yang asimetris.

Photo via clvns

Terletak di perbatasan antara dua kabupaten, Kuningan dan Majalengka, wilayah ini sekarang telah dijadikan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang bertujuan untuk menjaga kelestariannya.

Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai tentu saja tidak mudah untuk didaki. Gunung ini memiliki 2 puncak pendakian, di mana untuk mencapai salah satu puncak tertingginya, Anda harus mengitari sebuah kawah.

Photo via kang adzo

Setibanya di puncak, Anda dapat langsung menikmati keindahan dan suasana magis yang tercipta ketika dikelilingi oleh gumpalan awan putih di sekeliling Anda.

Lansekap dari gunung-gunung lain yang ada di sekitarnya juga memberikan pemandangan yang akan membuat Anda semakin mengagumi indahnya keajaiban alam di sana.

Gunung Ciremai, Majalengka

Cara ke Sana: Ada 2 rute yang bisa Anda tempuh untuk menuju Ciremai, yaitu Palutungan atau Majalengka dan Linggarjati. Yang lebih direkomendasikan karena lebih aman dan cocok bagi pendaki amatir adalah Majalengka. Ada juga rute via Apuy di Desa Argamukti yang akan memanjakan Anda dengan pemandangan indah sepanjang jalan. Koordinat di sini

14. Menjelajahi kebun teh dan telaga tenang yang menghanyutkan: Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan

Sejak jaman dahulu yang namanya perkebunan teh selalu menjadi salah satu destinasi yang memikat para wisatawan untuk berkunjung ke Bandung dan sekitarnya.

Photo via fidz92

Dengan hembusan angin yang sejuk dan aroma daun teh yang samar-samar di udara, berada di tengah perkebunan teh sungguhlah sebuah momen yang menyenangkan.

Photo via dimaskaisar

Lalu, apa yang membedakan Perkebunan Teh Cukul dengan perkebunan teh lain yang terdapat di Bandung?

Alasan pertama karena perkebunan teh yang satu ini terletak di dataran tinggi, sehingga sudah pasti udaranya begitu sejuk.

Photo via fidz92

Kedua, di kawasan ini terdapat sebuah telaga yang amat tenang, yaitu Situ Cukul.

Photo via budiyadin

Daya tarik lainnya adalah adanya sebuah vila bergaya Eropa yang menjadikan Perkebunan Teh Cukul tambah cantik dan unik.

Terakhir, Anda bisa menyusuri pematang di antara semak-semak pohon teh yang akan membawa Anda ke puncak bukit, di mana keindahan dan ketenangan yang sesungguhnya berada.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan

Cara ke Sana: Perkebunan ini berlokasi di Malabar yang berjarak sekitar 3 jam berkendara dari pusat kota. Ambillah rute ini: Keluar pintu tol Moh Toha – Dayeuh Kolot – Banjaran – Pangalengan, lalu ambil belokan ke kanan arah Cisanti. Ikuti jalan sampai Anda tiba di area Perkebunan Teh Cukul.

15. Semua yang terbaik dari alam: Curug Tilu Leuwi Opat, Parongpong

Apa jadinya jika beberapa buah air terjun (curug), sungai (leuwi), dan gua berada di satu area seluas 5 hektar?

Photo via ristahp

Ya, Anda dapat menemukan surga dengan semua keindahan alam tersebut di Curug Tilu Leuwi Opat, yang terletak di Desa Ciwangun, Parongpong, Bandung Barat.

Total ada 4 air terjun, 4 sungai dan 2 goa di sana yang semuanya menawarkan keindahan alam bebas yang luar biasa.

Photo via sisadoe

Air terjun yang paling cantik di kawasan ini adalah Curug Tilu yang airnya sejernih kristal, sementara ada pula empat sungai yang mengalir melewati hijaunya hutan pinus.

Ada pula Ciwangun Indah Camp yang terkenal sebagai pengelola berbagai aktivitas alam, seperti rafting, water outbond, kemping, panjat tebing, paintball, flying fox dan jembatan goyang. Semuanya bisa Anda dapatkan dalam satu tempat.

Photo via arethabudiastuti

Di sini Anda bisa menikmati semua atraksi alam dengan cara yang paling maksimal.

Curug Tilu Leuwi Opat, Parongpong

Lokasi: Kp. Ciwangun, Desa Cihanjuang Rahayu, Kec. Parongpong, Bandung Barat
Cara ke Sana: Tempat ini berjarak sekitar 2 jam berkendara dari Bandung dan bisa dicapai melalui 2 rute alternatif: Cimahi atau Lembang. Dari Cimahi Anda bisa lewat Jl. Kol. Masturi ke arah Parongpong. Jlan masuk curug ini di sebelah kiri dengan patokan Gerbang Wana Wisata Ciwangun Indah Camp (CIC).  Sementara dari Bandung, Anda bisa mengambil arah Jl. Sersan Bajuri yang mengarah ke Kampung Gajah terus hingga ke arah Jl. Kol. Masturi/Parongpong. Setelah lewat Universitas Advent ambil arah ke Ciwangun Indah Camp. Koordinat  di sini

Website

16. Berendam di air terjun yang spektakuler: Curug Cibadak, Garut

Berlokasi di area Garut Selatan, Curug Cibadak seolah merupakan hadiah terindah yang diberikan alam kepada kita. Dari air terjun yang indah, tebing menjulang tinggi, sampai kolam dengan air yang segar dan sejuk.

Photo by amazingwestjava 1

Air terjun ini bisa dibilang unik karena tempatnya yang tersembunyi, namun tak sulit dicapai dari jalan raya.

Bahkan keindahannya dapat terlihat langsung dari jalan raya.

Walaupun aksesibilitasnya gampang, bukan berarti medannya mudah dilewati. Perlu usaha ekstra tentunya.

Photo by yudhieyudhiestira5

Karenanya Anda perlu berhati-hati dan tidak disarankan untuk pergi ke sana saat musim hujan karena debit air akan meningkat berkali-kali lipat.

Kata ‘Cibadak’ sendiri dapat diartikan sebagai ‘volume air besar’. Walaupun demikian, keindahan air terjun ini memang tidak terbantahkan

Photo by yudhieyudhiestira4

AIr yang berada di kolam di dasar air terjun pun amat jernih karena aliran airnya berasal langsung dari puncak tebing, sehingga sayang rasanya kalau ke sini tanpa menyempatkan diri berendam di dalamnya.

Curug Cibadak, Garut

Lokasi: Desa Cisangkal, Kecamatan Hurip, Kabupaten Garut
Cara ke Sana: Pintu masuk Curug Cibadak ada di jalan utama Cikajang – Pameungpeuk di Kecamatan Cihurip. Jalan di sana sudah beraspal sehingga dapat ditempuh dengan nyaman. Anda akan melewati beberapa tebing hingga mencapai jembatan yang melewati Sungai Cisanggiri. Lanjutkan perjalanan sampai tiba di Desa Cihurip. Para pengunjung disarankan untuk menggunakan mobil trail atau 4WD jalan yang dilalui berbatu-batu. Koordinat di sini

17. Sepasang air terjun yang cantik: Curug Penganten, Cisarua

Yang membuat sebuah atraksi alam tambah memikat biasanya kisah menarik di belakangnya.

Photo by aiiphimurra 4

Demikian pula dengan Curug Penganten atau “Air Terjun Pengantin”.

Menurut kisah yang beredar, curug ini dulu bernama Curug Sewu. Namun namanya diganti setelah ada sepasang kekasih yang hanyut terbawa arus di sana.

Alasan lain mengapa air terjun nama ini disebut Curug Penganten adalah karena terdiri dari 2 air terjun berdampingan di sana, persis seperti muda mudi yang sedang jatuh cinta.

Banyak wisatawan yang datang ke Curug penganten untuk menyaksikan sendiri keindahan air terjun ini.

Photo via dessycn

Kolam di dasar air terjun ini sangat sejuk dan dikelilingi oleh tebing-tebing menjulang tinggi dan pepohonan rindang..

Sinar matahari yang menyinari kolam menghasilkan kemilau cahaya yang begitu menghipnotis. Siapapun yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta.

Curug Penganten, Cisarua

Lokasi: Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Cara ke Sana: Berjarak sekitar 7km dari Cimahi dengan mengambil arah ke Parongpong. Curug Penganten berada di ujung jalan pemukiman warga dan wisata alam Katumiri Parongpong. Teruskan perjalanan Anda sejauh  2 km melewati jalan setapak berkelok-kelok. Untuk menuju sisi bawah curug harus menuruni tebing sekitar 30 meter. Koordinat di sini

18. Si cantik yang siap ditaklukkan: Gunung Guntur, Garut

Gunung Guntur, atau oleh warga lokal sering disebut Gunung Gede, terletak di Garut, sebuah kabupaten di Jawa Barat yang memiliki gunung-gunung dengan pemandangan yang menakjubkan.

Photo via dipowisnuaji

Dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Garut, Gunung Guntur memang tidak terlalu tinggi, namun untuk mendakinya tetap diperlukan usaha ekstra.

Namun semua itu tak menyurutkan hasrat para pelancong untuk berkunjung dan kemping di sana.

Photo by miraafianti 3

Dijuluki sebagai ‘Gunung Rinjani-nya Garut”, kecantikan Gunung Guntur memang layak disandingkan dengan gunung terindah di Lombok itu.

Photo by infopaguci 2

Selain trek mendaki yang menantang, Gunung Guntur juga memiliki beberapa lembah, air terjun, sungai, kawah dan tentunya pemandangan alam yang spektakuler.

Yang jelas, perjuangan mendaki gunung yang satu ini akan terbayar lunas begitu Anda tiba di puncaknya.

Gunung Guntur, Garut

Cara ke Sana: Anda perlu naik bis ke Garut atau Singaparna yang akan berhenti di SPBU Tanjung. Kemudian Anda bisa menumpang di truk yang menuju titik awal pendakian. Untuk ini Anda hanya perlu membayar kurang dari Rp10.000,-. Setelah melewati pos pendakian, Anda perlu melewati perjalanan off road selama 45 menit dan lanjut dengan berjalan kaki sampai tiba di puncak Gunung Guntur. Koordinat di sini

Di Bandung dan sekitarnya,  Anda bisa mendapatkan lebih dari sekadar liburan biasa. Banyak tempat di mana Anda bisa menyeimbangkan liburan modern yang biasa Anda jalani dengan pengalaman seru di tengah alam.

Kalau Anda menyukai segala sesuatu yang berbau alam, maka Bandung dan sekitarnya adalah pilihan yang tepat.

Advertise with us