Advertise with us

Ditulis oleh Cecylia Rura

Meskipun dingin, namun tetap memikat. Itulah Dieng. Wilayah dataran tinggi ini secara administratif sebagian masuk dalam Kabupaten Banjarnegara dan sebagian lagi masuk kawasan Wonosobo, Jawa Tengah.

Meskipun cukup popular, ternyata masih banyak yang nggak tau apa saja yang bisa dilakukan di tempat berhawa sejuk ini selain menikmati pemandangan matahari terbit yang ikonik.

Oleh karena itu kami akan membantu Anda untuk merencanakan liburan singkat namun berkesan di daerah yang dijuluki “Negeri di Atas Awan” ini.

Tak punya banyak waktu atau sisa cuti? Tenang, cukup luangkan waktu 2 hari atau saat libur akhir pekan dan Andapun bisa memaksimalkan kunjungan ke Dieng!

Catatan: Anggaran yang kami buat adalah untuk biaya perjalanan, akomodasi dan konsumsi selama di lokasi untuk 2 orang dan belum termasuk biaya transportasi ke/dari Dieng serta pengeluaran pribadi lainnya.

Baca juga:

20 Tempat wisata di sekitar Purwokerto dan Kebumen yang unik dan tiada duanya

7 Destinasi liburan akhir pekan seru tak terlalu jauh dari Jakarta

12 Tempat wisata asyik di Tangerang untuk liburan singkat akhir pekan

 

Ini adalah panduan lengkap untuk Anda, dibuat per bagian agar lebih mudah dibaca.
Klik per bagian untuk membaca masing-masing panduan

Cara ke sana
Transportasi Selama di Dieng
Hari 1
Hari 2
Rincian Anggaran Pengeluaran

Cara ke sana

Dari JakartaDari Yogyakarta

a. Bus

Untuk sampai ke Dieng, rekomendasi paling praktis adalah bis dengan rute Jakarta-Wonosobo. Harga bus ekonomi mulai Rp85.000, sementara untuk bus VIP dan eksekutif mulai Rp100.000  – Rp150.000 dengan waktu tempuh sekitar 11-14 jam. Turunlah di Terminal Mendolo, dan lanjutkan perjalanan dengan minibus menuju Dieng dengan tarif sekitar Rp3.000.

Temukan jadwal lengkapnya di sini atau di sini.

b. Kereta Api

Naik kereta api dari Stasiun Pasar Senen tujuan Stasiun Purwokerto. Harga tiket termurah mulai Rp67.000 dan waktu tempuh sekitar 11 jam menggunakan KA Serayu. Sedangkan KA Bengawan mematok tarif mulai dari Rp70.000 dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam.

Dari Purwokerto, lanjutkan naik bus tujuan Purwokerto-Wonosobo dengan harga tiket Rp20.000 dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan hingga Terminal Mendolo, dan lanjutkan dengan minibus menuju Dieng.

Kendaraan Umum

Perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Wonosobo memakan waktu 2-4 jam perjalanan. Agar lebih nyaman dan praktis, kami sarankan menggunakan jasa travel dengan rute Yogyakarta-Wonosobo. Tarifnya sekitar Rp70.000 per orang. Rekomendasi jasa travel: Rama Sakti Travel.

Transportasi Selama di Dieng

Motor

Harga sewa motor selama 12 jam rata-rata dipatok harga Rp100.000. Untuk pemakaian satu hari penuh dikenakan harga mulai Rp180.000. Rekomendasi tempat penyewaan motor: Putra Wijaya Tours dan Rental Motor Dieng.

Mobil

Jika Anda bepergian dengan keluarga, maka pilihan paling ideal adalah dengan menggunakan mobil. Nah, untuk yang satu ini harga sewanya berkisar Rp300.000 – Rp400.000 tergantung jenis mobil. Rekomendasi tempat penyewaan mobil: Dieng Traveller.

Rekomendasi Tempat Menginap: Tani Jiwo Hostel

Banyak penginapan di area Dieng dengan ragam fasilitas menarik dan harga menggiurkan. Namun yang memiliki reputasi dan pelayanan paling memuaskan salah satunya adalah Tani Jiwo Hostel.

Penginapan ini menawarkan nuansa alami yang begitu terasa menyatu dengan alam. Desainnya yang apik serta simpel namun terkesan mewah pastinya akan membuat kalian betah untuk menginap di sini. Belum lagi dengan pemandangan dari luar jendela berupa panorama gunung dan langit nan indah.

Photo Via Adybowyer, Rahayu.setianingsih, Agra.locita

Photo Via Kurniawanth, Adybowyer

Tersedia kamar pribadi dengan berbagai fasilitas lengkap dan tempat tidur besar yang nyaman. Namun jika Anda lebih suka menginap ala backpacker, di sini juga menyewakan akomodasi bertipe dorm dengan harga mulai dari Rp150.000 per ranjang.

Photo Via Ninnaamelia

Karena lingkungan di sekitar penginapan ini juga begitu indah, Anda juga bisa menikmati segar dan sejuknya udara di kawasan Tani Jiwo dengan menyewa sepeda di hostel ini.

Photo Via Ftrns

More info (tap to expand)
Cek Harga di Agoda

Itinerary

Hari 1

Mengenal sejarah Dieng, jelajah padang savana hingga mie ongklok yang legendaris!

Jika berangkat dari Jakarta, kami sarankan Anda berangkat malam hari (sepulang kerja, mungkin?) agar bisa tiba di Dieng saat pagi hari sehingga liburan singkat ini bisa dimaksimalkan. Setelah menyimpan barang bawaan dan beristirahat sejenak di hotel, saatnya untuk mengeksplorasi!

Sebelum berkeliling, cari tahu dulu segala sesuatu tentang Dieng!: Museum Kailasa (1,5 – 2 jam)

Kalau biasanya traveler yang ke Dieng memilih langsung naik ke Puncak Sikunir, enggak ada salahnya kalau ke museum ini dulu. Mengenal lebih dekat lewat sejarah yang ada di Museum Kailasa justru membuat Anda akan jauh lebih paham tentang sejarah dan budaya yang ada di Dieng.

Nama Kailasa berasal dari nama salah satu gunung tempat tinggal Dewa Syiwa. Nama ini disandangkan pada bangunan museum ini karena kepurbakalaan Dieng sangat identik dengan pemujaan terhadap Dewa Syiwa.

Salah satu benda yang paling unik dan tidak bisa ditemukan di bagian Indonesia lainnya adalah Arca Kudu. Arca ini berbentuk kepala manusia dengan ornamen sederhana dan biasanya ditemukan di beberapa kuil di India.

Oh ya, karena letaknya berada di Komplek Candi Arjuna, sebelum dan sesudah berkunjung ke museum Anda bisa puas berfoto-foto.

Photo Via Dery_caropeboka

More info (tap to expand)
Website

Jelajahi hamparan padang rumput nan indah: Lembah Semurup (1 jam)

Lembah semurup berada di dataran tinggi Dieng, tepatnya di area Bukit Pangonan. Namun belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaannya.

Tempat indah ini posisinya berada di atas Museum Kailasa. Untuk mencapainya kita perlu berjalan sekitar 20 menit dari Museum Kailasa.

Area ini merupakan salah satu padang rumput yang luas dan sangat indah untuk dikunjungi, di atas juga terdapat sumber air yang sangat melimpah yang biasa di gunakan untuk bermain anak-anak karena airnya sangat jernih.

Lembah Semurup ini dulunya merupakan danau atau telaga yang hilang karena airnya mengalir semurup (dalam bahasa jawa) menuju ke Telaga Merdada.

Photo Via Ayunoviyati, Sbhadik

More info (tap to expand)

Ke Dieng belum lengkap kalau belum menyantap mie ongklok!: Mie Ongklok Longkrang (1,5 jam)

Puas “berkenalan” dan mengintip secuil keindahan Dieng, saatnya memanjakan lidah dengan menyantap Mie Ongklok khas Wonosobo.

Ada beberapa warung yang menjual mie ongklok, namun Mie Ongklok Longkrang ini merupakan yang paling legendaris karena konon merupakan mie ongklok generasi pertama di Wonosobo – sejak 1975.

Bahkan kelezatannya sudah sangat tersohor, sampai-sampai mantan presiden pun ada yang “kecanduan” akan kelezatannya.

Mie ini beda dengan olahan mie lainnya karena diramu dengan kol segar dan daun kucai, lalu dicelup-celupkan di air mendidih, kemudian diguyur kuah berwarna cokelat yang berasal dari pati dicampur gula Jawa, ebi, serta rempah. Jangan lupa menyantapnya dengan sate daging sapi supaya lebih maknyus!

Photo Via Dwie.wu, Juliasonatha, Tan_arif0791, Brigittajesslyn

More info (tap to expand)

Menikmati senja di tengah alam: Telaga Menjer (1,5 – 2 jam)

Telaga ini merupakan telaga alami terluas di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Berada di ketinggian 1300 mdpl, Telaga Menjer memiliki luas kira-kira 70 hektar dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Airnya yang jernih dan pemandangan sekitar yang indah dan syahdu benar-benar memanjakan siapapun yang datang berkunjung. Di tepi telaga terdapat taman-taman kecil tempat pengunjung duduk menikmati pesona alam kawasan Menjer.

Selain itu, jika memandang ke atas perbukitan yang mengelilingi telaga, Anda dapatmelihat hijaunya hamparan perkebunan teh. Pas banget untuk Anda yang ingin relaks sejenak melupakan rutinitas yang melelahkan.

Photo Via Ikrabasri

More info (tap to expand)

Sederhana namun memuaskan: Gubug Bang Jarwo (1,5 jam)

Meskipun tempatnya kecil dan sederhana, namun tempat ini lumayan populer. Makanya jangan heran kalau Gubug Bang Jarwo selalu dipenuhi pengunjung saat jam-jam makan.

Senada dengan tampilannya, menu yang disajikan juga “selera ndeso”, mulai dari aneka ikan dan ayam bakar, oseng-oseng mercon, mie godok, tempe mendoan dan sebagainya.

Jika ke sini di malam hari, jangan lewatkan menikmati segelas susu jahe untuk menangkis dinginnya udara Dieng.

Photo Via Calya-Wisata, Pohon-Bumi

More info (tap to expand)


Hari 2

Menyaksikan matahari terbit dari “Negeri di Atas Awan”

Jangan begadang! Karena hari ini Anda akan bangun dini hari untuk merasakan salah satu pengalaman wajib yang harus dicoba saat berkunjung ke Dieng: menyambut matahari pagi berwarna keemasan.

Berburu golden sunrise di desa tertinggi di Pulau Jawa: Puncak Sikunir (3 jam)

Nggak kalah dengan Gunung Bromo ataupun Gunung Batur, Puncak Sikunir digadang-gadang sebagai salah satu spot menyaksikan sunrise paling epik di Indonesia.

Berada di Desa Sembungan dengan ketinggian 2306 mdpl, inilah desa tertinggi yang ada di Pulau Jawa. Dari sini, keindahan golden sunrise nan fantastis bisa Anda nikmati sembari mensyukuri nikmat ilahi.

Pos pendakian berada di Telaga Cebong, sekitar 2 km dari lokasi parkir. Lalu petualangan mendaki bukit pun dimulai – kurang lebih satu jam Anda akan tiba di puncak.

Waktu terbaik untuk mengunjungi bukit ini adalah saat musim kemarau antara Juli-Oktober, karena saat itu pandangan Anda tak akan terhalangi kabut.

Photo Via Yurazefa

More info (tap to expand)

Pulihkan tenaga di Dapur Cebong (1,5 jam)

Puas bermandikan sinar matahari pagi, waktunya sarapan mengisi perut yang mulai keroncongan.

Tak jauh dari pos pendakian Puncak Cikunir di Telaga Cebong Anda bisa menjumpai tempat makan yang menawarkan sensasi bersantap di tepi danau nan asri dan sejuk.

Dapur cebong sendiri menggunakan konsep bambu dan gazebo yang berada di tepi telaga dalam bangunannya untuk memberikan sensasi alami. Bisa ditebak menu yang disajikanpun bercitarasa khas pedesaan, seperti sayur urap ikan asin, sayur kenci, tempe kemul dan teh poci.

Masih ingin menikmati keindahan danau? Dapur Cebong juga menyediakan penyewaan perahu dayung untuk berkeliling mengitari Telaga Cebong.

More info (tap to expand)

Warna-warni alami yang tiada tandingannya: Telaga Warna dan Telaga Pengilon (2 jam)

Bisa dibilang, Telaga Warna merupakan obyek wisata unggulan di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng.

Berada di ketinggian 2000 mdpl, hal yang membuatnya istimewa adalah keindahan warna permukaan air yang bisa berubah-ubah tergantung cuaca, sudut pandang dan juga jarak pandang kita.

Tak jauh dari Telaga Warna, berada tepat di sebelahnya Anda bisa sekaligus mengunjungi Telaga Pengilon. Asal-usul nama “pengilon”berasal dari bahasa Jawa yang artinya “cermin” atau tempat untuk berkaca saking jernihnya.

Photo Via Arko_eldawam

More info (tap to expand)

Makan siang serba jamur di Warung Makan Mbak Mien (1 jam)

Kalau berkunjung ke Dieng, Anda akan banyak menjumpai tempat yang menawarkan kuliner berbahan jamur. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah Warung Makan Mbak Mien.

Menu favorit yang sering dipesan di sini adalah Nasi Goreng Jamur. Akan lebih sempurna lagi jika ditemani oleh keripik jamur yang kriuk untuk menambah tekstur.

Selain Nasi Goreng Jamur, tersedia pula Mie Goreng Jamur, Soto Ayam Jamur, Jamur Goreng, Sop Jamur dan banyak lagi. Dan yang paling penting, harganya murah banget!

Photo Via Satya-Winnie, Sugiatno_sugimo, Sunyadi-Liyis

More info (tap to expand)

Kolam air hangat tertinggi di Indonesia: D’Qiano Hot Spring Waterpark (2 jam)

Capek seharian trekking mendaki gunung dan mengeksplorasi danau? Kami tahu solusinya.

Tak ada yang bisa “menetralkan” pegal-pegal selain berendam di air hangat. Oleh karena itu, sempatkanlah berkunjung ke taman rekreasi air yang dilengkapi dengan kolam renang air hangat alami ini.

Sambil berendam, Anda pun masih bisa menikmati pemandangan sekelilingnya yang luar biasa. Berbagai wahana yang ada di sini bisa dinikmati oleh segala usia. Anak-anak pasti suka!

Photo Via Rita-Novita

More info (tap to expand)

Opsional: Menikmati sunset terakhir saat liburan di Dieng: Bukit Skoter/Scooter Dieng (1,5 jam)

Sedih rasanya membayangkan liburan Anda harus usai di sini. Eits, sebelum mengejar kereta malam ke ibukota, Anda masih bisa menikmati keindahan alam Dieng untuk terakhir kalinya sebelum pulang.

Terletak pada ketinggian 2350 mdpl, Bukit skoter merupakan tempat dengan spot terbaik di dieng untuk melihat sunset. Udaranya di sini akan sangat dingin sehingga ada baiknya Anda menyiapkan jaket tebal.

Untuk menikmati sunset pada bukit scooter/skoter ini paling pas adalah pada pukul 5 sore. Di sini Anda akan disuguhi pemandangan berupa sunset berlatar Gunung Pangonan dan pedesaan Dieng Plateau.

Pastikan baterai kamera terisi penuh karena Anda bakal kalap di sini!

Photo Via Roh_kyt, Novemlawalata

More info (tap to expand)


Rincian Anggaran Perjalanan

Akomodasi: Rp245.000
Hari 1: Rp245.000
Hari 2: –

Transportasi (Sewa Motor + Bensin): Rp300.000
Hari 1: 150.000
Hari 2: 150.000

Aktivitas: Rp140.000
Hari 1: Rp10.000 x 2 = Rp20.000
Hari 2: Rp60.000 x 2 = Rp120.000

Makanan: Rp160.000 (estimasi harga pesanan minimum)
Hari 1: Rp40.000 x 2 = Rp80.000
Hari 2: Rp40.000 x 2 = Rp80.000

Total pengeluaran untuk 2 orang (tidak termasuk belanja dan pengeluaran pribadi) =  Rp845.000 (atau Rp422.500 per orang)

Kata siapa liburan ke Dieng harus mengorbankan jatah cuti Anda? Cukup luangkan waktu di akhir pekan, dan Andapun bisa langsung berangkat!


Semua yang tercantum di atas merupakan data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan/update terbaru yang Anda ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaharui. Terima kasih!
Beritahu kami

Advertise with us